• 2024 Fokus pada Kesehatan Mental

    Kesehatan mental memainkan peran kunci dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mempengaruhi bagaimana mengatasi stres, hubungan interpersonal dan kemampuan untuk membuat keputusan

  • MAKE UP TREND 2024

    Trend Make Up 2024 berkiblat pada riasan wajah multifungsi menitik beratkan pada satu produk bisa digunakan untuk beberapa riasan seperti lipstik bisa digunakan untuk eye shadow dan blash on

  • TREND FASHION 2024

    Pada tahun 2024, individu diberi lebih banyak kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka melalui busana. Tidak lagi terbatas pada aturan-aturan tertentu, tren ini mempromosikan keberagaman dan memungkinkan setiap orang untuk menemukan gaya yang sesuai dengan kepribadian mereka.

  • PELUANG BISNIS 2024

    Pada tahun 2024, integrasi teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) memberikan peluang bisnis yang menarik.

  • DESTINASI WISATA WAJIB DIKUNJUNGI 2024

    Tahun 2024 menjanjikan petualangan dan pengalaman yang luar biasa bagi para pelancong. Inilah beberapa tempat liburan yang mungkin akan menjadi sorotan pada tahun mendatang.

Showing posts with label Parent Category. Show all posts
Showing posts with label Parent Category. Show all posts

Sunday, December 17, 2023

Tips : Memilih Susu Formula Terbaik Untuk Bayi

    "Memilih susu formula yang baik untuk banyi dan balita memang tidak mudah pastikan dengan cara memilih susu yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi dan pastikan tidak menimbulkan efek samping negatif "

Momiupdate,- Maraknya merek susu formula untuk bayi maupun balita yang semakin banyak jenisnya semakin membuat bingung para orang tua, ibu maupun new mom. Baiknya memilih  produk merek susu yang seperti apa nih ? 

Nah untuk itu momi wajib tau dulu nih susu formula itu merupakan susu yang dibuat mirip ASI namun tidak mampu menggantikan keistimewaandari ASI ya mom, jadi kalau memungkinkan momi memberikan ASI Exlusif akan lebih baik, namun jika memang kondisi tertentu yang tidak memunginkan untuk memberikan ASI Ekslusif maka susu formula bisa menjadi salah satu pilihan penggantinya. 

Memilih Susu formula untuk bayi dan balita menjadi perkara yang tidak mudah ya mom. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan karena bayi yang baru lahir hanya bisa mengkonsumi produk susu, Jadi tidak bisa secara sembarangan memberikan produk susu formula karena tubuh bayibelum bisa mencerna sumber makanan secara sempurna ya mom.

Bagaimana standart  Gizi pada susu formula yang baik untuk bayi dan balita ?

Saat mencari susu formula yang baik untuk bayi sangat penting untuk momi memahami mengenai komponen gizi kunci dan standar nutrisi yang umumnya dalam susu formula. Berikut adalah beberapa standar umum untuk komponen gizi utama pada susu formula:

  • Protein:

  • Kandungan protein dalam susu formula biasanya disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. Standar umum adalah sekitar 1,8 hingga 2,5 gram protein per 100 kilokalori.
  • Lemak:

  • Lemak esensial untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Kandungan lemak dalam susu formula umumnya berkisar antara 4 hingga 6 gram per 100 kilokalori.
  • Karbohidrat:

  • Karbohidrat merupakan sumber energi utama. Kandungan karbohidrat dalam susu formula biasanya berkisar antara 9 hingga 14 gram per 100 kilokalori.
  • Vitamin dan Mineral:

  • Susu formula harus menyediakan vitamin dan mineral esensial seperti vitamin A, vitamin D, zat besi, kalsium, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan bayi.
  • Nukleotida dan Asam Lemak Omega-3 dan Omega-6:

  • Beberapa susu formula dapat menambahkan nukleotida, asam lemak omega-3, dan omega-6 untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf.
  • Prebiotik dan Probiotik:

  • Beberapa formula mungkin mengandung prebiotik atau probiotik untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan bayi.
  • Laktosa dan Karbohidrat Lainnya:

  • Sebagian besar susu formula menggunakan laktosa sebagai sumber karbohidrat utama, yang biasanya baik untuk bayi karena lebih mirip dengan susu ibu.

Penting untuk momi ingat bahwa standar gizi dapat bervariasi tergantung pada usia bayi. Formula bayi baru lahir akan memiliki komposisi gizi yang berbeda dari formula untuk bayi yang lebih besar.


Bagaimana cara memilih susu formula yang baik untuk anak ?


Setiap anak memiliki kebutuhan asupan  gizi yang berbeda-beda  juga sistem pencernaan yang beda pula bisa jadi satu merek  susu formula cocok untuk bayi A amun tidak cocok untuk bayi B. Oleh karena itu langkah memahami kebutuhan anak adalah faktor yang penting untuk memutuskan memilih produk susu formula terbaik utnuk anak. Nah Untuk memilih produk susu formula yang baik untuk anak, alangkah lebih baik  sebelum membeli  momi mengambil langkah -langkah sebagai berikut :

1. Konsultasikan dengan Dokter & Ahli gizi Dengan berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi momi akan mendapatkan informasi dan saran mengenai kondisi  kesehatan dan kebutuhan khusus si baby

2. Pemahaman Kebutuhan Bayi: Setiap bayi memiliki kebutuhan gizi yang berbeda momi bisa mempertimbangkan usia, berat badan, kesehatan, dan kondisi khusus lainnya.

3. Baca Label dengan Teliti: Jangan lupa untuk selalu membaca label kemasan terlebih dahulu sebelum membelu susu formula ya mom. Juga pastikan bahwa formula tersebut dapat memenuhi standrat Gizi dan keamanan yang di tetapkan oleh otoritas kesehatan setempat.

4. Perhatikan Komponen Utama: Perthatikan dan amati kandungan nutrisi utama seperti protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. Pastikan sesuai dengan rekomendasi untuk usia bayi Anda ya mom.

5. Formula Khusus jika Diperlukan: Jika momi memiliki bayi dengan kondisi khusus seperti alergi atau intoleransi momi bisa memilih formula susu yang memang dirancang khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. 6. Bebas dari Bahan Berbahaya: Pastikan susu formula yang momi pilih tersebut tidak mengandung bahan yang dianggap berbahaya atau tidak sesuai dengan kebutuhan bayi.


  2. 7 Ubah secara Bertahap: Jika momi memiliki rencana untuk mengganti susu formula, momi bisa melalukan perubahan secara bertahap dan momi harus selalu siaga untuk memantau respons bayi.

Revrensi : 

Dinkes 

Halodoc

Share:

Friday, December 15, 2023

Menggali Akar Permasalahan: Penyebab Umum Tantrum pada Anak



Tantrum pada anak merupakan fenomena yang umum terjadi selama masa pertumbuhan mereka. Meskipun seringkali menantang bagi orang tua, memahami penyebab tantrum dapat membantu dalam menangani situasi tersebut dengan lebih efektif. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa penyebab umum tantrum pada anak.

**1. Kecilnya Keterampilan Komunikasi: Anak-anak yang belum memiliki keterampilan komunikasi yang matang mungkin merasa frustrasi karena sulit menyampaikan keinginan atau perasaan mereka. Tantrum dapat menjadi cara ekspresi yang spontan ketika mereka tidak dapat mengekspresikan diri dengan kata-kata.

**2. Ketidakmampuan Mengelola Emosi: Anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, mungkin belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan untuk mengelola emosi mereka. Ketika mereka mengalami kekecewaan, marah, atau frustrasi, tantrum dapat menjadi saluran ekspresi yang mereka pilih.

**3. Ketidakpastian dan Perubahan Rutinitas: Anak-anak sangat responsif terhadap perubahan dan ketidakpastian. Pergantian rutinitas atau situasi yang tidak diperkirakan dapat membuat mereka merasa tidak aman dan memicu tantrum.

**4. Kepenuhan Kebutuhan Dasar: Ketika anak merasa lapar, lelah, atau tidak nyaman secara fisik, mereka cenderung lebih rentan terhadap tantrum. Penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar anak terpenuhi.

**5. Desakan untuk Mandiri: Anak-anak yang berusaha mandiri mungkin merasa frustrasi ketika mereka menghadapi batasan atau tugas yang sulit. Tantrum bisa menjadi reaksi terhadap perasaan ketidakmampuan atau rasa tidak puas dalam mencapai kemandirian.

**6. Ketidaknyamanan Sosial: Saat anak mulai terlibat dalam interaksi sosial, mereka mungkin mengalami stres atau kecemasan dalam situasi tertentu. Tantrum bisa menjadi cara mereka mengatasi ketidaknyamanan sosial.

**7. Model Perilaku Orang Tua: Anak-anak sering meniru perilaku orang tua mereka. Jika mereka melihat orang tua menggunakan tantrum sebagai cara untuk mengekspresikan frustrasi, mereka mungkin mengadopsi perilaku serupa.

**8. Keterlambatan Perkembangan: Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan perkembangan dalam area tertentu, seperti bahasa atau keterampilan sosial. Keterlambatan ini dapat menyebabkan frustrasi dan menjadi pemicu tantrum.

Kesimpulan: 

Memahami penyebab tantrum anak adalah langkah pertama dalam mengatasi dan mencegahnya. Orang tua yang memperhatikan perubahan dalam perilaku anak dan mencari tahu penyebab tantrum dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosional dan sosial anak secara positif. Dengan penerapan pendekatan yang bijak dan pemahaman mendalam terhadap anak, orang tua dapat membantu anak mengelola emosinya dan tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh secara emosional. 

Share:

Featured Post

Peran Asam Folat dalam Mencegah Stunting: Fondasi Kunci untuk Pertumbuhan Anak yang Sehat

  Sumber : Lucas Mendes/Pexel.com Momiupdate.com -  Stunting, yang merupakan kondisi ketidakmampuan mencapai pertumbuhan tubuh yang normal p...

Labels

Blog Archive

Recent Posts